Analisa Kekalahan Indonesia Oleh Warga Indonesia Sendiri

Hari ni nak share satu artikel dari Indonesia analisa kekalahan diorang masa final game bola kat Sukan Sea Jakarta - Palembang. Artikel ni betul-betul ikhlas menyatakan isi hati penulis. Saya memang setuju 150%.


Sumber : Olahraga Kampasiana

Sepulang dari kantor kemarin, saya menyaksikan suatu fenomena yang luar biasa, trotoar-trotoar jalan penuh oleh kenderaan bermotor yang diparkir. Si empunya motor asyik nglesot di lesehan pinggir jalan yang dipasang layar tancap. Cafe-cafe penuh dan jalanan lenggang, Garuda Muda akan melawan Harimau Malaya. Petandingan sarat emosi, dendam kesumat dan kebencian. Teriakan-teriakan Malingsia dan Ganyang Malaysia bergema. Warna merah mendominasi pandangan mata, di udara sangat terasa hawa keoptimisan bercampur kebencian pada negeri Jiran. Inilah final impian dimana mayoritas masyarakat Indonesia sangat ingin melihat pasukan Garuda Muda menjungkalkan Harimau Malaya.


Pertandingan pun berlangsung, decak kagum bergumam melihat kecepatan para pemain Garuda Muda khususnya para pemain-pemain dari Pulau Papua. Dan gol cepat pun terjadi, suasana menjadi riuh rendah, teriakan gol bergaung, rasa puas merasuk ke jiwa penonton. Lalu penantian gol kedua pun bergelora, detik demi detik, menit demi menit tapi gol kedua yang ditunggu tak kunjung datang, malah pasukan Harimau Malaya mampu menyamakan kedudukan. Serangan dari tuan rumah tak berhenti, umpatan dan cacian silih berganti menemani pertandingan.


Wasit, hakim garis, pemain, pelatih lawan tak lepas dari hinaan dan umpatan. Hingga beberapa gol yang diciptakan tak mendapat pengesahan makin tinggi tensi permainan main gemes penonton. Petandingan normal berakhir, perpanjangan waktu, dan akhirnya adu Tos-tos an dilakukan. Disinilah mental diuji dan Garuda Muda terbukti belum mampu menunjukkan mental juara. Malaysia pulang ke kandang mereka dengan kepala tegak, kalungan medali Sea Games yang dirindui oleh warga Indonesia selama 20 tahun dibawa ke Kuala Lumpur.


Ok, part bawah ni best. Salute dengan penulis ini yang tak berat sebelah memihak sesiapa.


Ada apa sebenarnya? Kenapa Indonesia selalu kalah dengan Malaysia di partai puncak? Banyak yang beranalisis tentang masalah teknis seperti teknik, team work, mental dan lain-lain. Tapi saya mencoba menganalisis dengan cara lain. Kenapa Indonesia tidak bisa mengalahkan Malaysia di GBK? Jawabannya adalah karena motivasi Indonesia untuk menang adalah motivasi kebencian dan dendam. Seperti diketahui benci dan dendam adalah dua energi yang sangat NEGATIF. Maka begitu berkumpul di stadion yang penuh dengan aura kebencian dan dendam energi negatif itu terakumulasi besar sekali. Dan percaya atau tidak energi negatif itu akan menular ke dalam lapangan.


Dan permainan pun kacau sekali, ditambah seluruh stadion yang menyumpah serapah negara lawan. Maka doa yang didasari oleh energi negatif tidak akan sampai dan diterima oleh Tuhan. Justru doa penonton Malaysia yang datang ke GBK dikabulkan. Kenapa? Karena mereka termasuk orang-orang yang teraniaya, sebagai tamu mereka bukannya dihormati tetapi malah disumpah-serapah. Padahal mereka belum tentu salah, maka saat mereka berdoa meminta kemenangan, dengan cepat Tuhan mengabulkan. Doa orang-orang teraniaya lebih makbul.


Oleh karena itu, marilah kita luruskan niat, saat pertandingan olahraga tidak perlu membawa kepentingan politik dan membawa kebencian di lapangan. Bertandinglah untuk menghibur, untuk mencapai prestasi karena ingin mengharumkan nama bangsa tanpa menginjak martabat bangsa lain. bukankah seorang pemenang sejati itu adalah mereka yang "Menang tanpa kesombongan dan kalah tanpa banyak alasan".


TAMAT

Kawan-kawan faham bahasa Indonesia tu kan? Memang banyak kebenarannya. Saya dah mention dalam entry hari tu, setiap perbuatan yang tak baik pasti dibalas oleh Allah.Emo pulak makcik ni. Hahahaha. Hari ni makcik jadi pengulas sukan fuulak. Oklah sekadar berkongsi idea dan artikel.
7 Responses
  1. MyKhalish Says:

    inilah adlh analisa terbaik.. setiap kali bersm aura negatif, mmg lgk byk dugaan & slalunya xkan berakhr spt yg kita hrpkan.


  2. mrsharis Says:

    Sangat setuju bab aura negatif tuh. Dan juga niat untuk menang tu sebab kebencian dan dendam bukan la motivasi yang patut wujud.


  3. Hanna Says:

    MyKhalish
    setujuu..sbb hati hanya fokus kpd kebencian, so apa yg diharapkan x jd kenyataan..

    mrharis
    betul u kak..kalau dlm bdn penuh dgn aura negatif, mcm mana nk motivasikan diri utk menang.


  4. wahida Says:

    semoga Indonesian lebih bermuhasabah diri lepas baca artikel ni...


  5. harimau kita main kerana nk mengharumkan nama negara...memartabatkan bangsa... bkn sebab dendam...
    sebab tu la kita menang...
    Tuhan tu Maha Adil kan...


  6. eis Says:

    terbaekkk.. (gaya boboiboy)


  7. Hanna Says:

    wahida
    betul.betul.betul :)

    Hidhir Syarafina
    itulah akibat bila dendam menguasai diri..sedey..

    eis
    hebatnya...(gaya gopal pulak..hehehe)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...